Profil Desa Warbor Supiori Utara Papua

PEMERINTAH KABUPATEN SUPIORI

DISTRIK SUPIORI UTARA

KAMPUNG WARBOR

 


Oleh

TIM PENYUSUN RPJMK WARBOR

JULI 2016

    

BAB I

PENDAHULUAN

     

Bab ini menguraikan secara detail terkait beberapa hal mendasar dalam tahapan proses yang menjadi dasar dalam penyusunan dokumen RPJM Kampung meliputi:

  • Latar Belakang Penyusunan RPJM Kampung

Perencanaan pembangunan kampung disusun secara berjangka meliputi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJM Kampung) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun dan Rencana Kerja Pembangunan Kampung (RKP Kampung) yang  mengacu dari dokumen RPJM daerah. Perencanaan pembangunan kampung ini di dasarkan pada data daninformasi yang akurat dan dapat di pertanggungjawabkan.

Data dan informasi tersebut mencakup, penyelenggaraan pemerintahan kampung, organisasi dan tata laksana pemerintahan kampung, arah kebijakan pembangunan kampung, issu strategis pembangunan kampung, program kegiatan pembangunan kampung, strategi pencapaian, profil kampung, informasi lain terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan kampung dan pemberdayaan masyarakat. Dalam mewujudkan kemandirian kampung perlu dilaksanakan penyelenggaraan pemerintahan kampung yang berorientasi kepada transparansi, partisipasi, demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat yang diperlukan suatu sistem akuntabilitas yang berjalan dengan baik. Oleh karena itu diperlukan suatu perencanaan pembangunan kampung yang merupakan tolok ukur penilaian pertanggungjawaban kinerja pemerintahan kampung dalam kurun waktu tertentu. Untuk itu perlu disusun Rencana Pembangunan kampung Warbor Distrik Supiori Utara Kabupaten Supiori Periode tahun 2016 s/d 2021.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah kampung Warbor Distrik Supiori Utara Kabupaten Supiori periode tahun 2016 s/d 2021 tersebut perlu disusun guna meningkatkan efisiensi danefektifitas penyelenggaraan Pemerintahandi kampung Warbor, pelayanan publik serta pengelolaan sumberdaya dengan melakukan perubahan kearah perbaikan selama kurun waktu 6 (enam) tahun kedepan. Perubahan tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi yang terus berkembang di masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sehingga tidak menutup kemungkinan dilakukan perubahan secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu dengan tahapan-tahapan yang konsisten dan berkelajutan, demi mencapai kesejahteraan dan kemandirian serta untuk mencapai visi Kampung Warbor yang dicita-citakan.

Penyusunan Rencana Pembangunan kampung Warbor dimaksudkan sebagai pedoman umum dan arah kebijaksanaan pembangunan kampung dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang terintegrasi. Secara umum tujuan penyusunan Rencana Pembangunan kampung adalah untuk mewujudkan visi dan mengemban misi Kampung Warbor demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

 

Berdasarkan Undang – undang Nomor 6 tahun 2016 tentang Desa, yang di jelaskan lebih detail dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Undang-Undang nomor 6 tahun 2016 tentang Desa bahwa desa atau Kampung merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yuridis, memberikan peluang bagi kampung memiliki kemandirian dalam membangun kampungnya dengan berpijak pada prinsip-prinsip demokrasi, partisipasi dan peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan serta  memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah dalam rangka mengoptimalkan pemanpaatan sumberdaya lokal, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakuidan / atau dibentuk dalam Pemerintahan Nasional dan berada di Kabupaten / kota sebagaimana dimaksud dalam Undang – undang Dasar Negera Republik Indonesia Tahun 1945. Hal tersebut sangat menunjang bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang optimal dan berkeadilan, mempertemukan kebutuhan generasi kini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang. Prinsip-prinsip dasar sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan berkelanjutan agar tercapai hasil pembangunan yang optimal dan berkeadilan adalah sebagai berikut:

  1. Melibatkan seluruh stakeholder.
  2. Mengoptimalkan seluruh sumberdaya alam, sumber daya manusia, sumber daya sosial serta sarana dan
  3. Memaksimalkan pembangunan sumberdaya
  4. Mencegah degredasi dan penurunan
  5. Mengoptimalkan penggunaan sumberdaya

 

Salah satu persoalan yang mendasar dalam penyelenggaraan pembangunan kampung adalah terkait elemen perencanaan pembangunan kampung (RPJMKampung) karena RPJMK merupakan dokumen yang menunjukkan arah tujuan dan kebijakan pembangunan kampung. Maka kualitas RPJMK menjadi sangat penting untuk diperhatikan baik dari segi proses penyusunan, kualitas dokumen maupun kesesuaian dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Dalam menuju Pemerintahan kampung yang transparan, demokrasi dan efisien, perlu memberikan peran lebih besar kepada seluruh pihak yang terkait (steakholder) yang merupakan asset dalam pembangunan dalam suatu wilayah untuk bermitra secara sinergi. Potensi seluruh steakholder yang merupakan representasi dari seluruh dalam wilayah kampung tersebut harus betul-betul di daya gunakan untuk mengatasi segala keterbatasan, segala bentuk sumberdaya dan memformulasikan aspirasi dan keinginan masyarakat dalam kebijakan Pemerintahan Kampung.

RPJM Kampung Warbor ini merupakan rencana strategis Kampung Warbor untuk mencapai tujuan dan cita-cita kampung yang memuat visi dan misi, tujuan dan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan. RPJM Kampung tersebut nantinya akan dipakai sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Kampung (RKPKampung) setiap tahunnya.

Untuk itu sangat perlu disusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) Kampung Warbor Tahun 2016 – 2021 yang merupakan perencanaan strategis kampung yang dituangkan dalam Peraturan kampung tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah kampung (RPJMK) Kampung Warbor periode Tahun 2011 – 2016.

 

  • MAKSUDDANTUJUAN PENYUSUNAN RPJM KAMPUNG

Penyusuanan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kampung Warbor  ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut:

 

  • Maksud Penyusunan RPJM Kampung.
  1. Pemberdayaan; bermaksud mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat di Kampung Warbor.
  2. Partisipatif; bermaksud keikut sertaan dan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses pembangunan di Kampung Warbor.
  3. Berpihak kepada masyarakat; memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat khususnya masyarakat
  4. Keterbukaan;agar dapat dilihat dan diketahui secara langsung oleh seluruh masyarakat Kampung Warbor.
  5. Akuntabel; bermaksud agar dapat dipertanggung jawabkan dengan baik dan benar oleh pemerintah Kampung kepada
  6. Keberlanjutan;setiap proses dan tahapan kegiatan perencanaan harus berjalan secara berkelanjutan (RKP Kampung)
  7. Efisiensi dan efektif; perencanaan pembangunan sesuai dengan potensi SDA dan SDM secara
    • TujuanPenyusunan RPJM Kampung.
  8. Mewujudkan perencanaan pembangunan kampung sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan setempat;
  9. Menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap program pembangunan di kampung.
  10. Memelihara dan mengembangkanhasil-hasil pembangunan di kampung.
  11. Menumbuh kembangkan dan mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan di kampung.
  12. Agar kampung memiliki dokumen perencanaan pembangunan kampung dalam lingkup skala Kampung yang berkesinambungan dalam waktu 6 tahun dengan menyelaraskan kebijakan pembangunan Kabupaten Kota.
  13. Sebagai pedoman kegiatan pembangunan di Kampung Warbor.
  14. Menjamin kesinambungan pembangunan di Kampung Warbor.
  15. Sebagai rencana induk pembangunan yang merupakan acuan pembangunan kampung
  16. Menjadikan acuan bagi pihak yang berwewenang baik pemerintah maupun pihak swasta dan pihak lain yang akan bertindak sebagai pelakupembangunan terhadap program-program strategi yang akan dikembangkan di desa dalam lima tahun kedepan,
  17. Meningkatkan partisipasi/keterlibatan seluruh elemen masyarakat terutama dari kalangan miskin ,kaum perempuan , generasi muda, dan kelompok-kelompok masyarakat yang termarjinalkan , sehingga kualitas hidup lebih sejahtera,
  18. Sebagai acuan bagi pemerintah kampung dalam menyusun RKP Kampung tahun berjalan
  19. Menjadi dasar dalam mengontrol dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan Kampung selama periode enam tahun,
  20. Membangun komitmen para pihak untuk mendukung hasil-hasil perencanaan Kampung dan proses pembangunan kampung secara baik.

 

 

 

 

 

 

 

  • LANDASAN PENYUSUNAN RPJM KAMPUNG

Penyusunan dokumen Perencanaan Pembangunan Kampung Warbor didasarkan pada beberapa peraturan perundang-undangan, antara lain:

  1. UU nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Bebas KKN
  2. UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi  Papua
  3. UU nomor 17 tahun 2003 tentangKeuangan Negara
  4. UU nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
  5. UU nomor23 tahun 2016 tentangPemerintahan Daerah
  6. UU nomor 06 Tahun 2016 tentangDesa
  7. Peraturan Pemerintah nomor 43 tentang Petunjuk Pelaksanaan Undang-undang nomor 6 tahun 2016 tentang Desa
  8. Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan Belanja Desa yang bersumber dari APBN
  9. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI nomor 111 tahun 2016 tentang Pedoman Tekhnis Peraturan Desa
  10. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI nomor 113 tahun 2016 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
  11. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI nomor 114 tahun 2016 tentang Pedoman Pembangunan Desa
  12. Peraturan menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal , dan Transmigrasi RI nomor 1 tahun 2016 tentang Pedoman kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa
  13. Peraturan menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal , dan Transmigrasi RI nomor 2 tahun 2016 tentang Pedoman tata tertib dan mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa
  14. Peraturan menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal , dan Transmigrasi RI nomor 3 tahun 2016 tentang Pendampingan Desa
  15. Peraturan menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal , dan Transmigrasi RI nomor 4 tahun 2016 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan dan Pembubaran BUMDES
  16. Peraturan menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal , dan Transmigrasi RI nomor 5 tahun 2016 tentang Penetapan prioritas Penggunaan Dana Desa

 

  • Proses Penyusunan RPJM Kampung

Perencanaan Kampung  merupakan perwujudan kewenangan kampung  untuk mengatur dan mengurus urusan masyarakat dalam bidang penyelenggaraan pemerintahan kampung, pembangunan kampung, pembinaan kemasyarakatan kampung dan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, maka proses penyusunan RPJM Kampung harus menjamin keterlibatan setiap warga kampung dalam memberikan kontribusi terbaik baik dalam setiap tahapan proses penyusunan berdasarkan musyawarah mufakat warga.Secara umum proses penyusunan RPJM Kampung dilaksanakan dalam tahapan sebagai berikut ;

  1. Pembentukan Tim Penyusun Tingkat kampung. Tim ini merupakan gabungan dari Kader Pemberdayaan Kampung, aparat Pemerintah kampung, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama serta tokoh perempuan yang ada dalam kampung
  2. Pendataan Potensi dan asset kampung
  3. Musyawarah penyusunan Visi Misi kampung berbasis data dan informasi yang akurat
  4. Musyawarah penyusunan Program dan kegiatan untuk pencapaian Visi 6 tahun kampung
  5. Penetapan rencana Pembangunan Jangka Menengah kampung
  6. Penetapan rencana Kerja Pemerintahan kampung

 

  • SISTEMATIKAPENULISAN RPJM KAMPUNG

LEMBAR PENGESAHAN

SAMBUTAN KEPALA KAMPUNG

SAMBUTAH KETUA BAMUSKAM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Bab ini menguraikan secara detail terkait beberapa hal mendasar dalam tahapan proses yang menjadi dasar dalam penyusunan dokumen RPJM Kampung meliputi:

1.1.      Latar Belakang Penyusunan RPJM Kampung

1.2.      Maksud dan Tujuan Penyusunan RPJM kampung

1.3.      Landasan penyusunan RPJM Kampung

1.4.      Proses Penyusunan RPJM Kampung

1.5.      Sistematika Penulisan RPJM Kampung

 

BAB II

PROFIL KAMPUNG

 

Bab ini  akan menguraikan secara umum terkait beberapa data dan informasi kampung terkait :

2.1.      GambaranUmum Wilayah

2.2.      Kependudukan

2.3.      Tingkat KesejahteraanMasyarakat

2.4.      EkonomiMasyarakatKampung

2.5.      SaranaPrasarana  (Infrastruktur ) Kampung

2.6.      KelembagaanKampung

2.7.      AnalisisPotensidanMasalahKampung  (dasarmendesainVisiKampung)

 

BAB III

VISI, MISI DAN ISU STRATEGIS KAMPUNG

 

3.1.      Visi Misi

Memuat tentang Visi atau cita-cita masyarakat kampung Warbor periode 2016 – 2021 serta desain misi yang akan menjadi acuan dalam merancang program dan kegiatan pembangunan kampung Yamnaisu periode tahun 2016-2021

 

3.2.      Isu Strategis

Memuat tentang isu-isu yang terjadi selama ini dan menjadi tantangan bagi masyarakat dalam melaksanakan dan mewujudkan Visi kampung Yamnaisu periode 2016-2021.

 

 

BAB IV

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KAMPUNG

 

Memuat strategi pokok pembangunan kampung dan arah kebijakan pembangunan kampung  yang akan dilakukanuntuk mencapai Misi dalam mewujudkan Visi kampung Warbor Distrik Supiori Utara tahun 2016 – 2021.

 

BAB V

ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN KAMPUNG

 

Berisi gambaran dan rincian tentang sumber pendapatan dan pengelolaan dana kampung, arah Kebijakan Belanja kampung serta Kebijakan Umum Anggaran kampung

 

BAB VI

PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN

 

Menguraikan tentang program/kegiatan pembangunan kampung Warbor, yang terbagi dalam beberapa Bidang : sosial budaya meliputi pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan. Bidang Ekonomi, bidang infrastruktur serta bidang tatakelola kepemerintahan kampung.

 

BAB VII

PENUTUP

 

Berisi tentang kaidah-kaidah Pelaksanaan RPJMDesa, nilai-nilai dasaryang dikedepankan serta strategis yang ditetapkan dalam mengatasiketerbatasan terutama dalam aspek pendanaan dan aspek teknis dalampelaksanaan setiap program kegiatan pembangunan kampung Warbor untuk periode tahun 2016 – 2021

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROFIL KAMPUNG

 

  •        Gambaran Umum Wilayah

 

Kampung Warbor adalah salah satu dari 5 kampung yang ada di Distrik Supiori  Utara. Kondisi umum atau kondisi geografis kampung Warbor cuacanya tidak menentu. Hal ini dipengaruhi kondisi geografis kampung yang berada di depan lautan dan gunung. Jika menggunakan kendaraan roda dua, untuk mencapai kampung Warbor dibutuhkan waktu perjalanan selama 15 menit dari kampung Sorendiweri distrik Supiori Timur,

2.1.1.  Letak Geografis Kampung

Adapun luas kampung Warbor yaitu 3.50 Km2. Batas kampung Warbor adalah sebagai berikut :

Sebaelah Timur           : Kampung Kobari Jaya

Sebelah Barat              : Kampung Puweri

Sebelah Utara              : Lautan Pasifik

Sebelah Selatan           : Gunung Supiori

 

Sketsa KampungWarbor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.1.2.   Administrasi Kampung.

  1. Penggunaan Lahan.

Kondisi Topografi bagian Utara Kampung Warbor merupakan lautan pasifik    dan pusat pemukiman kampung Warbor berada di pesisir pantai. Wilayah ini berbentuk rata dan berpasir. Dibagian belakang pemukiman warga masyarakat Warbor hingga sekitar 3 Km daerahnya berbentuk rawa dan berbukit.

 

Adapun peruntukan lahan di kampung Warbor digunakan untuk :

a.       Pemukiman Penduduk

b.      Balai kampung.

c.       Jalan aspal

d.      Posyandu

e.       Rumah  mesin listrik desa

f.       Sarana air bersih

g.      Gereja ELIM Warbor dan  Rumah Pastori

h.      Kantor Klasis Supiori Utara dan perumahan klasis.

i.        Gedung Pustu

j.        Sekolah Dasar (SD) Negeri Warbor

i.        PAUD Elim Warbor

j.        TK Elim Warbor

k.      Tempat pekuburan umum

l.        Menara Telkomsel

m.    Lapangan bola voli

n.      Lapangan bola kaki.

j.        Jembatan kayu

 

  • KONDISI KAMPUNG

2.2.1   Sejarah Kampung

Pada mulanya kampung Warbor masih bergabung dengan kampung induk yaitu kampung Warsa di distrik Supiori Utara kabupaten Biak Numfor. Dengan adanya perkembangan atau pemekaran kampung, kampung Warbor turut dimekarkan dari kampung Warsa tahun 1990 Kepala kampung Warbor pertama ialah Bapak Ferdinand Mamoribo dan Sekretaris kampung yaitu Bapak Yohanes Binur.

Asal mula kepanjangan dari nama kampung Warbor ialah Warkamnam/Bosnsdisbari. Warkamnam yang berarti kali kecil yang menjadi tempat penampungan kayu yang hanyut dari laut. Sementara Bosnsdisbari yang artinya adalah sebuah tanjung yang kadang nampak dan kadang tidak nampak. Dari kedua nama inilah yang menjadi dasar pemikiran ditetapkan menjadi nama Kampung Warbor. Jika diartikan secara morfologi, Warbor berarti kampung yang berlimpah dengan makanan “datang rasa puas dan pergi juga rasa puas” (Tidak ada kelaparan/kenyang).

 

Tabel 2.1. Kejadian Penting di Kampung Warbor

No Tahun Kejadian Tokoh/ Keterangan
Pemerintahan Kampung
1 1991-1997 Pemekaran Kampung Warbor  dari Kampung Induk Warsa Kepala Kampung I Bapak Ferdinand Mamoribo, Sekdes Yohanes Alex Binur
2 1997-1998 Pengganti Antar Waktu Bapak Yohanes Aleks Binur
3 1999-2000 Pemilihan Kepala Kampung II Kepala Kampung II Bapak Simson Binur (II), Sekdes Bapak Zeth Msiren (Direkrut Sebagai PNS)
4 2001-2016 Pemilihan Kepala Kampung III Kepala Kampung III Bapak Yulianus Binur, Sekdes Bapak Zeth Msiren
Sosial Budaya
1 26 April 1908 Injil Masuk di Kab. Supiori-Biak Oleh; Gr Petrus Kafiar
 

2

1993 – 1999 Pendirian SD Kecil Warbor secara Swadaya oleh Masyarakat Kepala Sekolah I Gr. Tonny Binur
3 2000 – 2016 Nama SD di rubah menjadi SD Negeri Warbor Kepala Sekolah I Gr. Tonny Binur

Kepala Sekolah II Gr. Melkias Kafiar

 

4

 

2005-2007

Pemekaran Jemaat GKI Elim Warbor dari Jemaat GKI E lim Warbor (Sidang Klasis II di Jemaat GKI Vanhazelt Urmboridori Ketua Jemaat Pnt. Toni Binur, Sekertaris Pnt. Markus Binur
5 2008- 2016 Pergantian Majelis Jemaat GKI Elim Warbor Ketua Jemaat  Pdt Melita Siahaan di ganti dengan Pdt. Edita Imbir, di ganti lagi dengan Pnt Zakarias Binur
 

KEJADIAN PENTING

 

1 1968-1969 Sandra Masyarakat Oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka) Di antara nya Bapak. Zadrakh Mamoribo, Mihel Binur, Everd Paiki Binur, Ambortus Rumbino
2 1969-1970 Pendaratan Pasukan Pengamanan KKO Militer RI Pengamanan  masyarakat dari gangguan OPM
3 Tgl.   17 Februari 1996 Gempa dan Tsunami di Biak dan Supiori Merusak Rumah Harta dan Benda Masyarakat di Kampung Warbor
4 April  1997 AMD (ABRI Masuk Desa Warbor) Membantu Masyarakat dalam pembagunan Rumah Layak Huni Pasca Gempa dan Tsunami
5. Februari 2016 Kampung Warbor di Resmikan Sebagai Kampung Model di Kabupaten Supiori Warbor menjadi Kampung Model lewat dukungan dari AIPD

 

 

2.2.2    Iklim dan Cuaca

Di supiori khususnya kampung yemnaisu  dalam satu tahun mengenal 2 musimyang samgat mempengaruhi cuaca yaitu musim wampasi dan musim wambarek. Pada musim Wambarek dibulan November – Desember terjadih curah hujan yang tinggi, dikuti juga dengan gelombang yang tinggi dan anggin yang kencang hal tersebut terjadi pada bulan  oktober s/d februari. Sedangkan bulan lainnya dalam setahun tejradi musim panas dan gelombang laut yang teduh, walapun terjadi hujan namun tingkat kecurahannnya rendah dan hanya beberapa saat. Dapat terlihat pada table berikut ini :

 

2.3.      KEPENDUDUKAN

2.3.1    Agama dan Kepercayaan Yang Dianut.

 

Tabel 2.2.2  Data Penduduk Kampung Warbor berdasarkan Kepercayaan

NO AGAMA JIWA LK PR
1 Islam 3 2 1
2 Protestan 556 290 266
3 Khatolik 0 0 0
4 Hindu 0 0 0
5 Budha 0 0 0
6 Konghuchu 0 0 0
7 Kepercayaan terhadap Tuhan YME 0 0 0
TOTAL 559 292 267

 

2.3.2    Pendidikan

Tabel  : 2.3.3 Tingkat Pendidikan Masyarakat Kampung Warbor

NO PENDIDIKAN JIWA LK PR
1 Tidak/Belum sekolah 231 127 104
2 Tamat SD / sederajat 117 52 65
3 Tamat SLB A / sederajat 0 0 0
4 Tamat SLB B / sederajat 0 0 0
5 Tamat SLB C / sederajat 1 0 1
6 Tamat SMP / sederajat 58 25 33
7 Tamat SMU / sederajat 112 64 48
8 Tamat D1 0 0 0
9 Tamat D2 2 0 2
10 Tamat D3 9 4 5
11 Tamat S1 22 16 6
12 Tamat S2 1 1 0
13 Tamat S3 0 0 0
14 Buta Huruf 0 0 0
15 Tidak Tamat SD/Sederajat 4 2 2
TOTAL 557 291 266

Sumber : Pemerintah Kampung Warbor , 2016

 

Sarana dan prasarana pendidikan di kampung Warbor terdapat 1 Buah unit SD ( SD N Warbor ) 1 Unit TK yang bagunan nya hingga saat ini tidak di fungsikan, 1 buah PAUD yang di kelola oleh Ibu-Ibu PKK kampung Warbor namun kurang berjalan dengan baik karena semua aktifitas dilaksanakan numpang di rumah salah satu masyarakat kampung Warbor, berikut adalah Kondisi sekolah, jumlah siswa dan guru yang tertera pada tabel

Tabel 3.3.4  : Kondisi Sekolah Dasar (SD N Warbor)

NO SEKOLAH JUMLAH
MURID KELAS GURU
LK PR BAIK RUSAK LK PR
1. SD N Warbor 56 31 6 0 3 5
 Jumlah Total 89 Orang 0 0 8 Orang

Sumber : SD Negeri Warbor, 2016             

2.3.3    Kesehatan

Kesehatan merupakan…. pelayanan kesehatan masyarakat di kampung warbor sering menggunakan pelayanan di Puskesmas Yenggarbun dan puskesmas pembantu Pustu Warbor yang terletak dusun II / RT III Kampung Warbor, pelayanan bagi masyarakat di kampung warbor sangat terkendala akibat kondisi bagunan pustu yang sangat rusak berat namun hal ini tidak mengurangi semagat petugas pustu untuk tetap setia di tempat kerja untuk melayani masyarakat, dalam pelayanan kepada masyarakat adapula 1 unit posyandu yang sering digunakan untuk penimbangan bayi, balita dan kegiatan/pelayanan pusling oleh puskesmas yang dilakukan satu bulan satu kali,  relawan, berikut ini adalah penyakit yang sering di derita oleh masyarakat di kampung warbor.

 

Tabel : 2.3.3 Data 10 besar penyakit Masyarakat Kampung Warbor

NO JENIS PENYAKIT USIA JUMLAH
LK PR
1 ISPA
2 Rematik 0
3 Gatritis 0 0
4 Cacingan 1 0
5 Malaria 58 25
6 Scabies
7 Mialgia
8 Anemia
9 Asma
10 Diare

Sumber ; Pustu Kampung Warbor 2016

Kondisi sanitasi di kampung warbor sangat baik dalam megakses sararana Jamban, Cuci tangan pake sabun, Pengelolaan Makanan dan Air Minum, pegelolaan sampah rumah tangga dan limbah cair rumah tangga hal ini trlihat pada data monitoring output dan outcome 5 pilar STBM yang dilakukan oleh relawan pada bulan September 2016, berikut adalah hasil monitoring relawan 5 pilar STBM Kampung Warbor

  • Kondisi Ekonomi

Perekonomian masyarakat Kampung Warbor sebagian besar berasal dari sektor primer pertanian yakni perikanan dan perkebunan kelapa sedangkan pertanian tanaman pangan berupa umbi-umbian dan sayuran lokal kebanyakan untuk konsumsi keluarga dan dijual.

Kampung Warbor memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Potensi dimaksud meliputi; (1). Perikanan dan Kelautan. (2). Pertanian. (3). Perkebunan Sagu. (4). Perkebunan Kelapa (5).  Pariwisata.

  • Perikanan dan Kelautan

Perairan Kampung Warbor memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar dengan potensi berbagai jenis ikan. Hal ini sudah terbukti sejak dahulu dimana masyarakat dari Biak Utara maupun Kampung-Kampung tetangga datang mencari ikan di perairan Warbor. Potensi perikanan yang melimpah dan beraneka jenis tentu menjadi perikanan sektor andalan yang kedepan perlu digali dan dikemas secara baik untuk dipromosi guna peningkatan pendapatan bagi masyarakat.

Walaupun Kampung Warbor terletak di tepi pantai (Pantura P. Supiori) namun masyarakat setempat menjadikan laut atau nelayan sebagai pekerjaan sampingan. Mereka mayoritas  yang memiliki mata pencaharian sebagai petani – nelayan. Pemanfaatan sumber daya alam lahan pertanian dan laut belum maksimal karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi  serta sarana dan prasarana pertanian dan penangkapan ikan  yang kurang memadai, serta kondisi perairan yang kurang ramah/ganas.

  • Pertanian dan Peternakan

Tabel Data Penduduk Berdasarkan Kepelikan Lahan Pertanian

NO KETERANGAN JUMLAH KELUARGA
1 Tidak punya 21
2 Sewa 0
3 Bagi hasil 3
4 Milik sendiri 104
TOTAL 128

                                    Sumber; Pemerintah Kampung Warbor 2016

 

Tabel Data Penduduk Berdasarkan Kepemilikan Ternak

NO KETERANGAN JUMLAH KELUARGA
1 Tidak punya 67
2 Ayam 7
3 Bebek / Itik 0
4 Kambing 0
5 Babi 54
6 Sapi 0
7 Kerbau 0
8 Kuda 0
TOTAL 128

Sumber; Pemerintah Kampung Warbor 2016

 

  • Kehutanan

Potensi Sumber Daya alam hutan di Kampung Warbor merupakan aset terbesar bagi pembangunan di Supiori sehingga dalam pemanfaatan sumber daya alam hutan harus dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

 

  • Pariwisata

Kampung Warbor memiliki beberapa potensi wisata seperti pemandangan ke laut Pasifik dari pesisir pantai pasir putih kampung Warbor. Pengelolaan semua potensi tersebut di trsebut belum maksimal sehingga manfaat ekonomi belum memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Hal ini disebabkan masyarakat masih mempraktekan pola usaha yang tradisional akibat dari kurangnya akses informasi dan teknologi, pasar dan akses transportasi.

  • SARANA DAN PRASARANA ( Infrastuktur ) Kampung
    • Kondisi Perumahan  Penduduk  kampung  Warbor  sudah  mulai  membaik  di bandingkan  tahun-tahun  sebelumnya  hampir sebagian besar warga tidak memiliki rumah layak huni. Melalui bantuan  dari   pemerintah  kabupaten supiori  sehingga  pada  tahun 2016   dari  129  KK  tercatat  : 61.KK  memiliki bantuan rumah layak huni  seperti terlihat pada :

 

(Isi Tabel Kepemilikan Rumah)

 

Jumlah Keluarga Kampung Warbor Berdasarkan Kepemilikan Rumah

NO KETERANGAN JUMLAH KELUARGA
1 Milik sendiri 115
2 Sewa 0
3 Numpang 8
4 Rumah Dinas 6
TOTAL 129

 

  • FASILITAS UMUM

Kampung Yamnaisu memiliki fasiltas  umum yaitu 1 Gedung SD Negeri Warbor dengan Jumlah ruang kelas sebanyak 8 ruang, 1 Gedung Kantor Pemerintah kampung, 1 Gedung Pustu, 1 gedung Posyandu, Jalan Rabat Beton, Jembatan Ekonomi, Lapangan Bola dan 1 gedung gereja, serta fasilitas umum lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • KONDISI PEMERINTAHAN KAMPUNG
    • Kelembagaan Tingkat Kampung

Kondisi kehidupan masyarakat Kampung Warbor ditata dalam suatu tatanan kehidupan dengan struktur kelembagan kemasyarakatan yang terdiri dari tiga lembaga yang berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat yakni Gereja, Pemerintah Kampung dan Adat. Peranan lembaga-lembaga ini berpengaruh langsung pada proses pembangunan kampung yaitu dari sisi manfaat, peranan dan kedekatannya dengan masyarakat.

Di Kampung Warbor terdapat lembaga yang sudah sejak lama menyatu dengan masyarakat maupun lembaga lain yang ikut mendukung proses kehidupan masyarakat melalui program  pembangunan  kampung Warbor dengan dinamikanya.

Secara lengkap kelembagaan atau organisasi yang ada di Kampung Warbor adalah sebagaimana diuraikan dibawah ini :

  1. Pemerintah Kampung
  2. Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam)
  3. Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK)
  4. Agama
  • Jemaat GKI Elim Warbor
  • Unsur – Unsur Gereja GKI Elim Warbor (PKB, PW, PAM, PAR, WIK )

 

2.6.2.   Kepemimpinan Komunitas Adat

Komunitas masyarakat adat Kampung Warbor termasuk dalam rumpun Byak, sub etnis Bar Napa/Suku Warsa Masyarakat Adat Kampung Warbor memiliki Lembaga Adat Mnu dan masing – masing Marga (Keret) memiliki kepala marga (Mananwir Keret). Di Kampung Warbor terdapat 3 orang Mananwir Keret yakni Mananwir

Keret Binur, Mananwir Keret Mamoribo, Mananwir Kereth Rumbino dengan struktur adat sebagai berikut :

 

 

 

 

 

  1. Karang Taruna:
  2. Posyandu/Kader Kesehatan;
  • Kader Posyandu sebanyak 5 orang
  • Kader/Relawan STBM, 8 orang
    1. Pendidikan
  • SD Negeri Warbor.
  • Komite Sekolah. Pengurus komite sekolah
    1. Kelompok Ekonomi
  • Kelompok nelayan
  • Kelompok tani terdiri dari 4 kelompok yaitu :
  • Tim Pengelola Kegiatan Kampung (TPKK) Respek
  1. Lembaga dari luar kampung yang bekerja bersama masyarakat Kampung Warbor adalah Respek, Yayasan Rumsram dan SKPD.

 

  • Pemerintahan Kampung

Wilayah Kampung Warbor di bagi jadi 2 Dusun dan 4 RT  yang  di dalamnya      terdiri dari beberapa Keluarga/Keret :

  1. Binur
  2. Mamoribo
  3. Rumbino
  4. Mnsiren
  5. Wabiser
  6. Karma
  7. Wabdaron

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.6.4    Struktur Organisasi Kampung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.7.2    Hubungan Kelembagaan dapat di gambarkan dalam Diagram sebagai berikut :

Berikut ini adalah diagram kelembagaan yang menggambarkan kedekatan mereka dengan masyarakat

 

 

 

 

 

 

 

 

  • ANALISI POTENSI DAN MASALAH

 

 

Tabel Kalender Musim

No Masalah / Kegiatan / Keadaan WAMPASI WAMBAREK KETERANGAN
4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3
1. Cuaca

Angin

Hujan

Panas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada 5 jenis angin

2. Musim Buah-Buahan

Jambu Air

Mangga

Rambutan

Durian

Pinang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jambu Air, Mangga, Rambutan, Durian, Pinang

Sering mengakibatkan anak-anak sakit diare karena meraka tidak mencuci buah dan tangan saat makan serta diakibatkan juga oleh lingkungan yang tidak sehat.

4. Musim Ikan

Ikan Samandar

Ikan Inanai

Ikan Cakalang

Ikan Gorano

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang mencari ikan adalah laki-laki

Motivasi dalam mencari ikan adalah untuk dikonsumsi oleh keluarga, kalau banyak baru dijual.

Kearifan budaya yang sudah mulai hilang

5. Kesehatan

Penyakit Mata Merah

Bangka babi

 

 

 

Penyakit mata merah, terjadi pada saat musim buah

Penyakit bangka babi, terjadi pada saat musim ikan samandar

7. Aktivitas Gereja

5 Feb (Injil masuk di Mansinam)

17 Feb (Gempa+Stunami di Biak)

26 Apr (Injil masuk di Maudori)

26 Okt (GKI)

24 Des (natal)

 

Pada saat menjelang hari Natal, masyarakat sudah sibuk pada bulan Nov, untuk mempersiapkan dan menyambut perayaan tersebut.

8. Aktivitas perayaan hari Nasional

a. 17 Agts (HUT RI)

 

Bikin gapura, pembersihan lingkungan dan lomba-lomba.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

VISI , MISI DAN ISSU STRATEGIS KAMPUNG

 

 

3.1 Visi dan Misi

3.1.1    Visi

Yang dimaksud dengan visi dalam dokumen ini adalah pandangan atau cita – cita masyarakat  Kampung Warbor  tentang situasi dan masa depan Kampung Warbor 6 tahun yang akan datang.

Dengan memperhatikan permasalahan atau kelemahan, ancaman,  potensi dan peluang yang dihadapi dan dimiliki Kampung Warbor maka dalam lima tahun yang akan datang pemerintah bersama masyarakat Kampung Warbor akan menuju masyarakat Warbor  yang mandiri dan sejahtera  yang mampu bersaing, sehat, dan berbudaya yang didukung dengan sarana prasarana yang berkualitas serta lingkungan hidup yang lestari. Visi Kampung Warbor yang telah disepakati  masyarakat Warbor  sebagai berikut;

Mewujudkan Kampung Warbor Yang Mampu Bersaing Mandiri dan Menuju Sejahtera pada Tahun 2021”.

 

Visi di atas mengandung makna terwujudnya kehidupan masyarakat Warbor  yang; 

Mampu mengandung makna berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya secara fisik dan mampu dalam cara berpikir dan berbuat, mampu mengakses teknologi tepat guna dan mengembangkan teknologi bagi kehidupan yang lebih baik.

Sehat mengandung arti suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, sosial.  Masyarakat yang memiliki perilaku hidup bersih dan sehat secara lingkungan fisik dan mental dan sosial.

Berbudaya mengandung arti mempunyai budaya yang mana keseluruhan gagasan, tindakan, pola perilaku, kehidupan sosial, kelembagaan bertumpu dan dijiwai oleh nilai – nilai budaya dan agama yang dianut masyarakat Warbor.

Mandiri;  memilikii  makna mengetahui dan memahami mana yang benar dan yang salah, bisa melakukan perencanaan hidup dengan baik, bertanggung jawab atas semua yang telah dilakukan, bisa menentukan sikap dengan berlandaskan pemikiran dan pengetahuan sendiri tanpa  “dipengaruhi orang lain” atau tidak mudah minta belas kasihan pada orang lain.

Sejahatera mengandung arti suatu kondisi masyarakat yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya berupa kecukupan dan mutu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, lingkungan yang bersih, aman dan nyaman, terpenuhinya hak asasi dan partisipasi serta terwujudnya masyarakat beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • MISI

M i s i

Misi menggambarkan tugas yang akan dikerjakan atau tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai visi Kampung Warbor.  Untuk mencapai atau mewujudkan Visi Kampung Warbor  6  (Enam) tahun mendatang ditetapkan misi sebagai berikut;

  1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan formal  dan non formal;
  2. Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS);
  3. Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pegelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
  4. Meningkatkan penyediaan sarana dan prasara dasar
  5. Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui usaha kecil dan menengah
  6. Meningkatkan kerjasama antara Pemirintah Kampung dan Lembaga-Lemabaga yang ada di dalam dan luar kampung untuk kepentingan kemajuan kampung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

 

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KAMPUNG

 

  • STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Pembangunan Kampung Warbor sesuai dengan Visi dan Misi, memiliki strategi dan arah kebijakan dalam pembangunan untuk membangun kampung warbor yang lebih maju.

 

  1. PENDIDIKAN
  2. Pemberian Beasiswa Kepada Siswa Sma
  3. Pemberian Beasiswa Study Akhir Bagi Mahasiswa
  4. Pengadaan Computer Di Sd Warbor
  5. Pengadaan Seragam Sekolah Bagi Siswa Sd, Smp, Dan Sma
  6. Pelatihan Computer /Kursus Bagi Siswa Sd,Smp,Dan Sma Asal Warbor
  7. Pembuatan Gedung Bagi Paud Dengan Perlengkapan

 

  1. KESEHATAN
  2. Pengadaan Pos Obat Di Kampung Warbor
  3. Pembangunan Pagar Beton Keliling Pustu Kampung Warbor
  4. Pemberian Pmt(Pemberian Makanan Tambahan Bagi Bayi, Balita, Dan Lansia)
  5. Penambahan Honor Kader Posyandu

 

  • EKONOMI
  1. .Usaha Kecil Menengah
  • Memberikan Modal Usaha Bagi Masyarakat Yang Belum Memiliki Usaha
  • Memberikan Modal Tambahan Bagi Mayarakat Yang Sudah Memiliki Usaha
  • Pembentukan Bumk (Badan Usaha Milik Kampung )
  • Pembentukan Koperasi Dan Simpan Pinjam
  • Pembuatan Kolam Ikan Di Masing –Masing Rt. Rt 1 S/D Rt 4
  • Pelatihan Perbengkelan Dan Mebeler Serta Kursus Menjahit

 

  1. Pertanian
  • Memberikan Bantuan Bibit Sayuran Bagi Masing-Masing Kelompok Tani Di

Setiap Rt Masing –Masing Rt – 01 S/D Rt 04

  • Memberikan Bibit Jangka Panjang Dan Menengah Di Setiap Rt. Rt1s/D Rt 4
  • Pengadaan Penyuluh Pertanian

 

  1. Perikanan Laut
  • Pengadaan Perahu Jonson Di Masing –Masing Rt . Rt 1s/D Rt 4
  • Pengadaan Rumpon
  • Pengadaan Alat –Alat Mancing Di Masing –Masing Kelompok

 

 

 

  1. Perikanan Darat
  • Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar
  • Pengadaan Bibit Ikan Air Tawar

 

 

  1. PARAWISATA
  • Menjadikan Pantai Warkamnam Dan Bosdisbari Sebagai Obyek Wisata Pantai
  • Pembuatan Rumah Hom Stey Di Rt 01 Warkamnam
  • Meningkatkan Dan Mempertahankan Budaya Dan Adat Istiadat Orang Biak
  • Mempromosikan Wisata Pantai Warkamnam Dan Yostoren Lewat Sosial Media
  • Menggali Sejarah Asal Usul Kampung Warbor

 

  1. LINGKUNGAN HIDUP
  2. .Penanaman Pohon Pada Pantai Warkamnam
  3. Pembibitan Pohon
  4. Pelestarian Lingkungan Pada Pekarangan Rumah Di Kampung Warbor
  5. Pembuatan Taman Kampung
  6. Penanaman Pohon Ketapang Hutan Di Sekitar Hutan Kampung Warbor

 

  1. KELEMBAGAAN KAMPUNG
  2. Pemerintah Kampung
  • Pembangunan Kantor Bamuskam
  • Keterbukaan Informasi Pembangunan Dan Anggaran Pembangunan Kampung
  • Melakukan Loby Antara Pemerintah Kampung Dan Pemerintah Daerah
  • Adanya Kerja Sama Yang Baik Antara Kepala Kampung Dan Aparat Kampung
  • Menjalin Keterbukaan Dan Kerja Sama Yang Baik Antara Kepala Kampung Dan Bamuskam Mengenai Informasi Program Dan Perkembangan Kampung
  • Pengadaan Komputer Di Kantor Kepala Kampung Dan Kantor Bamuskam
  • Menjalankan Pengelolaan Anggaran Kampung Dan Pelaporan Yang Transparansi
  • Pelatihan /Kursus Komputer Bagi Aparat Kampung Dan Anggota Bamuskam
  • Pelatihan Mengenai Tugas Dan Fungsi Aparatur Kampung
  • Penertiban Administrasi Kampung Berbasis Online
  • Pembuatan Logo Pemerintah Kampung Warbor

 

  1. PKK
  • Pemberian Dana Penunjang Bagi Pkk
  • Pelatihan Masak Bagi Ibu-Ibu Berbagai Jenis Kue Dengan Bahan Lokal
  • Pembuatan Dapur Hidup Di Masing-Masing Rt. Rt 01 S/D Rt 4 Yang Kordiniir Langsung Pkk

 

 

 

  1. Karang Taruna
  • Pembentukan Badan Karang Taruna Kampung Warbor
  • Pemberian Dana Penunjang Bagi Karang Taruna
  • Pengadaan Pakaian Tarian
  • Pengadaan Lapangan Olah Raga Lapangan Volly Dan Bola Kaki
  • Pengadaan Atribut Olah Raga Pakaian S/D Bola
  • Pembangunan Lapangan Vutsal

 

  1. Keagamaan
  • Pembangunan Pagar Permanen Keliling Lokasi Gereja
  • Adanya Kerja Sama Yang Baik Antara Gereja Dan Pemerintah Kampung
  • Memberikan Bantuan Langsung Kepada Masing –Masing Rayon
  • Memberikan Bantuan Langsung Kepada Unsur –Unsur Jemaat Dan Panitia –Panitia Yang Di Bentuk Dalam Jemaat.
  • Pengadaan Solsystem Bagi Gereja

 

  1. Pemberdayaan Perempuan
  • Sosialisasi Tentang Kakerasan Dalam Rumah Tangga Dan Kekerasan Terhadap Anak

 

  1. INFRASTRUKTUR
  2. Pembangunan Jalan Rabat Beton Di Masing –Masing Rt. Rt O1 S/D Rt 04
  3. Pembangunan Rumah Layak Huni Yang Permanen Bagi Masyarakat Yang Belum Memdapat Rumah
  4. Rehap Rumah Masyarakat Jadi Permanen
  5. Pemasangan Lampu Jalan Sepanjang Kampung Warbor
  6. Pemasangan Listrik Bagi Masyarakat Yang Belum Memiliki Aliran Listrik
  7. Pembangunan Dan Rehap Jambang Bagi Masyarakat Yang Belum Meliliki Jamban Dan Rehab Bagi Jamban Masyarakat Yang Rusak
  8. Pembangunan Jalan Ekonimi Sepanjang 1 Kilo Meter

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN KAMPUNG

 

 

  • PROGRAM PEMBAGUNAN KAMPUNG

5.1            Sumber dan Pengelolaan Pendapatan Kampung

 

No

 

Program/Kegiatan

 

Tahun Anggaran

 

Sumber Dana

 

Total Dana

 

Keterangan

 

1 2 3 4 5 6
 

1.

 

 

Operasional Kampung

 

2015

 

APBD

 

Rp.     20.000.000,-

 

2.

 

 

Honor Aparatur Kampung

 

2015

 

APBD

 

Rp.     49.320.000,-

 

3.

 

 

Operasional Bamuskam

 

 

2015

 

APBD

 

Rp.     20.000.000,-

 

4.

 

Honor Bamuskam

 

 

2015

 

APBD

 

Rp.     34.000.000,-

 

5.

 

 

Pembangunan Rumah Layak Huni

 

 

2015

 

APBD

 

Rp. 1.000.000.000,-

 

Jumlah

 

 

Rp. 1.123.320.000,-

 

5.2          Arah Pengelolaan Keuangan  Kampung

 

 

No

 

Uraian

 

 

Jumlah (Rp)

 

Keterangan Sumber Dana

Pengeluaran Rutin
1. v Belanja Pegawai

v Belanja Barang

v Belanja Pemeliharaan

v Belanja Perjalanan Dinas

v Belanaja Lain – lain :

Rp.   95.200.000,-

Rp.   20.000.000,-

Rp.   10.000.000,-

Rp.     5.000.000,-

Rp.        500.000,-

APBD

APBD

APBD

APBD

APBD

2. Ø Pengeluaran Tak terduga

Ø Pembelian Hiasan Dinding

Ø Biaya Komputer dan Foto Copy

Ø Pembayaran Leges dan Pajak Hiburan

Rp.     2.500.000,-

Rp.     1.000.000,-

Rp.     1.000.000,-

APBD

APBD

APBD

 

Total

 

 

Rp. 135.200.000,-

 

 

 

 

 

  • Kebijakan Umum Anggaran

 

Kebijakan umum Anggaran dari total dana yang ada maka 75 % dialokasikan untuk pembangunan dan 20 persen untuk operasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

 


 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN

 

 

 

 

 

 

 


Strategi Pencapaian

 

Strategi yang digunakan untuk mencapai Misi adalah melalui proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.  Pemerintah dan seluruh kamponen masyarakat di Kampung Warbor berpegang pada prinsip dan nilai pembangunan yang berkelanjutan sebagai pijakan atau pedoman sehingga pembangunan Kampung Warbor terarah dan berhasil serta tepat sasaran. Adapun nilai atau prinsip yang dianut  pemerintah dan masyarakat  Warbor dalam menjalankan pembangunan kampung mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi adalah sebagai berikut;

  1. Partisipasi (Kofarsaso); Partisipasi masyarakat dalam pembangunan mutlak diperlukan, tanpa adanya partisipasi masyarakat pembangunan hanyalah menjadikan mereka sebagai objek. Masyarakat sebagai subjek pembangunan mutlak diperlukan sehingga masyarakat akan berperan aktif mulai perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi pembangunan. Masyarakat yang paling memahami permasalahan dan potensi kampungnya, mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang menjadi modal untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam pembangunan kampung.
  2. Transparansi (Keterbukaan); mengandung arti keterbukaan dalam melakukan segala kegiatan organisasi berupa keterbukaan informasi, komunikasi, dan anggaran.
  3. Akuntabilitas (Dapat dipertanggungjawabkan); mengandung makna; pemerintah yang dipilih oleh rakyat berkewajiban agar setiap kebijakan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat yang memberi mandat. Masyarakat harus diberi ruang untuk mengetahui dan mengontol pencapaian hasil pelayanan publik yang mana pemerintah kampung wajib menyampaikannnya secara transparan kepada masyarakat.
  4. Demokrasi; mengandung arti suatu bentuk pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”, kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. Melalui demokrasi, keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah atau suara
  5. Kesetaraan gender; mengandung arti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan keamanan, serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidak adilan terhadap perempuan maupun laki-laki.
  6. Keadilan; mengandung arti suatu kondisi terjadi keseimbangan, persamaan hak dan nondiskriminasi dalam pemerintah kampung, masyarakat. Keadilan juga dapat berarti pemberian hak kepada warga masyarakat yang berhak menerima baik berupa benda maupun penghargaan non benda.
  7. Berkelanjutan; mengandung makna bahwa pembangunan Kampung Warbor harus berkelanjutan (sustainable development) yakni memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Pembangunan ekonomi dan sosial dilaksanakan tanpa mengorbankan lingkungan dan generasai masa depan, sehingga yang aspek keberlanjutan meliputi lingkungan, ekonomi, sosial dan kelembagaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

Program pembangunan jangka menengah Kampung Warbor Distrik Supiori Utara Kabupaten Supiori sebagaimana telah diuraikan di atas merupakan dokumen yang disusun berdasarkan partisipatif/kebutuhan dari masyarakat. Dengan demikian penyusunan rencana program pembangunan jangka menengah maupun rencana program kerja tahunan Pemerintah Kabupaten Supiori sektor pelayanan publik hendaknya mengacu dan mengakomodir program – program yang telah terumuskan dalam dokumen ini.

Untuk mewujudkan pembangunan di Kabupaten Supiori dengan mengedepankan aspirasi dan kebutuhan masyarakat maka diharapkan Pemerintah daerah perlu memperhatikan dan mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut :

  1. Penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) hendaknya mengacu pada RPJMK.

Setiap Dinas, Badan dan Kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Supiori  yang tugas pokok dan fungsinya relevan dengan kebutuhan masyarakat seperti tercantum dalam dokumen ini, hendaknya mengakomodir kebutuhan tersebut sebagai program kerja jangka menengah dalam Renstra SKPD yang bersangkutan.

  1. Revieuw tahunan atas RPJMK dan forum Musrenbang kampung.

Dokumen RPJM Kampung Warbor ini agar dijadikan sebagai acuan utama dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tahunan tingkat kampung dan dalam kegiatan musrenbang tersebut lebih diarahkan untuk melakukan evaluasi dan verifikasi atas program-program yang telah direalisasi dan merekomendasikan program-program yang belum dilaksanakan sesuai prioritas yang telah disepakati masyarakat.

Demikianlah dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung ini disusun sebagai dokumen acuan pembangunan di Kampung Warbor  tahun 2016 hingga tahun 2021 mendatang.

Kiranya dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) ini menjadi acuan dan dasar bagi berbagai pihak yang terpanggil untuk membangun bersama dengan masyarakat, sehingga hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu enam tahun dapat dilihat dan dinikmati oleh masyarakat.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan